Hakikat Insan


Bismillahirrahmanirrahim

Selawat dan salam ke atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Orang yang selalu berselawat inshaaAllah mereka hidup dalam jiwa yang tenang. Hamba Allah yang tak jemu berbuat kebaikan akan istiqamah dengan selawat dan salam ke atas Nabi SAW.

Sesunguhnya tidak berlaku siang dan malam melainkan dengan izin Allah Taala. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari Allah. Bila manusia memahami hakikat ini, manusia tidak akan sombong dan tidak akan berkira untuk banyak2 menyebut nama Allah.

Apa yang akan berlaku esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan semua kita tak tahu. Betapa daifnya kita, betapa miskinnya kita..betapa kerdilnya kita seorang insan yang tiada apa. Diri kita, keluarga, harta benda yang ada satu pun bukan kita punya. Semua milik Allah. Apa yang kita rasa kita punya sekarang ini tidak lain hanyalah pinjaman semata. Semuanya sementara dan Allah boleh ambil balik bila2 masa saja.

"Hakikat kehidupan ini, hakikat kejadian diri kita ini..untuk apa tuan2?", tanya ustad dalam kuliah maghrib malam tadi.

Kita ini hamba Allah. Kekuatan berbuat baik adalah 'rezeki dari Allah.'  Dapat memberi khidmat yang baik buat keluarga adalah 'rezeki dari Allah.' Kekuatan itu bukan datang dari diri sendiri, semuanya dari Allah. Maka, kena sentiasa bersyukur. Semua dalam perkiraan Allah. Kita yang sihat hari ini tiada jaminan untuk kita di usia tua jika sakit, anak2 akan jaga kita. Kita yang dah besarkan anak2 hingga mereka dewasa, tiada jaminan di usia tua kita mereka tidak teragak2 menghantar kita ke rumah orang tua2. Dan di penghujung usia kita, tidak ada jaminan kita dapat mengakhiri nafas kita dengan kalimah syahadah...Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammaddarrasulullah...

Maka...
Baki usia yang ada ini mari lah kita membesarkan Allah dalam hati kita. Kita bergantung harap hanya pada Allah. Mudah mudahan Allah rezekikan kita IMAN. Mudah mudahan Allah rezekikan kita kekuatan dalam berbuat ibadah...aaminn ya Allah.

Renungkan firman Allah dalam Surah al -Asr, Demi Masa. Moga2 kita termasuk dalam golongan orang yang berpesan2 kepada kebenaran dan berpesan2 dengan kesabaran. Hakikat kehidupan, semua kita akan mati. Renungkan bait2 nasyid dari kumpulan Robbani, Pergi Tak Kembali.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Setiap insan pasti akan merasa
Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana akan ditinggalkan
Hanya amalan yang akan dibawa

Terdengar sayup surah dibaca
Sayunya alunan suara
Cemas di dada lemah tak bermaya
Terbuka hijap di depan mata

Selamat tinggal pada semua
Berpisah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baik kah atau sebaliknya

Amalan dan taqwa jadi bekalan
Sejahtera, bahagia pulang...kesana

Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim

Terbaring sempit seluas pusara
Soal bicara terus bermula
Sesal dan insaf tak berguna lagi
Hancurlah jasad dimamah bumi

Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kenangan
Diiringi doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bagi yang menerima nikmat, bila mati...akan diperluaskan kuburnya, dipakaikan dengan pakaian ahli Syurga. Sebaliknya bagi yang menerima azab, akan disempitkan kuburnya dan dipakaikan pakaian ahli neraka.

Ustad mengingatkan agar berwaspada, jangan kita termasuk dalam golongan anti hadis, golongan yang memperlekeh martabat ilmu dan alim ulamak, yang lebih memuliakan rumahnya berbanding rumah Allah, yang memuliakan gadjet2 duniawi berbanding al-Quran Allah. Awas, beringat2.

Jadi lah kita hamba yang sering bersyukur pada Allah. Mari menuju redho Allah. Hidup yang sementara ini, adakah perjalanannya sedang menuju ke Syurga Allah atau dikhuatiri sedang menuju ke Neraka Allah..nauzubillah.

Allah...tunjuki daku jalan yang lurus..ilhamkan daku untuk sentiasa melakukan kebaikan...aamiinn.