Dua Ayat Terakhir Surah al-Baqarah



Bismillahirrahmanirrahim

Dari Abu Mas'ud al-Badri ra dari Nabi SAW sabdanya:  
"Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al-Baqarah di waktu malam -iaitu ayat 'Aamanar rasulu' sampai akhir surat, maka kedua ayat itu mencukupinya."  (Muttafaq'alaih)
Dikatakan oleh para alim ulama bahawa erti 'kafataahu' atau mencukupi orang tadi, maksudnya mencukupi dari apa yang tidak disenangi atau tidak diinginkan pada malam itu.  Ada pula yang meng'ertikan mencukupi dari berdiri untuk solat malam.  

Dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma, katanya: "Pada suatu ketika Jibril sedang duduk di sisi Nabi SAW., lalu mendengar suara - pintu terbuka - di atasnya, kemudian mengangkat kepalanya dan berkata: "Ini adalah pintu dari langit yang dibuka pada hari ini dan tidak pernah samasekali dibuka, melainkan pada hari ini." Kemudian turunlah dari pintu tadi seorang malaikat, lalu Jibril berkata: "Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan tidak pernah turun samasekali, melainkan pada hari ini." Malaikat yang baru turun itu lalu memberi salam dan berkata: "Bergembiralah - hai Muhammad - dengan dua cahaya yang dikurniakan kepada Tuan dan tidak pernah dikurniakan kepada Nabi siapapun sebelum Tuan, yaitu fatihatul kitab - yakni surah al-Fatihah - dan beberapa ayat penghabisan dari surat al-Baqarah.  Tidaklah Tuan membaca sehuruf dari keduanya itu, melainkan Tuan akan diberi - pahala besar."  (Riwayat Muslim)


(Kitab Riyadhus Shalihin - Taman Orang-orang Soleh
IMAM NAWAWI
1014 m/s 1043
1019 m/s 1048)
.................................................
Surah al-Baqarah ayat 285 - 286

Maksud ayat:

[285]
Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata): “Kami tidak membezakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya”. Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali”.
[286]
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”


No comments:

Post a Comment