Jalan Menghapus Dosa

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah pagi tadi seorang sahabat telah forward-kan tazkirah dari ustaz, yang membariskan jalan-jalan untuk menghapuskan dosa.

Alhamdulillah, jom kita rebut peluang yang banyak Allah sediakan untuk kita bagi menghapus dosa: 

  • sentiasa kita bertaubat pada Allah Taala; sering2 buat solat sunat taubat, doa mohon ampun atas dosa yang dilakukan..
  • perbaguskan wadhuk - mengambil wudhuk dgn sempurna... 
  • perbanyakkan istighfar..
  • rajin bersedekah, 
  • selalu berbuat baik...
  • sentiasa zikrullah  
  • bersabar dengan musibah yg menimpa seperti sakit, susah hati dan sebagainya. 
Ini antara jalan Allah nak hapuskan dosa kita. Jadi jangan tunggu lagi. Ayuh kita gunakan umur yang masih ada ini untuk berusaha beramal soleh dengan semampunya InsyaAllah. Moga-moga Allah ampunkan kita...amiinn.

Menyebut perihal sedekah, ustaz dalam Kuliah Maghrib telah berpesan agar hendaklah kita berlaku baik pada haiwan terutamanya kucing-kucing yang berkeliaran datang ke rumah kita. Yang kita bela sendiri tu, lainlah, tentunya mendapat perhatian kita, makan minumnya pasti terjaga. Yang ustaz tekankan ialah kucing yang datang-datang ke rumah kita.. maksudnya yang bukan kita bela.  Kata ustaz, memberi makan dan minum pada haiwan juga merupakan sedekah. Jadi jangan ambil ringan perkara ini dengan kita hanya memberi tulang-tulang ikan yang lebih kita makan saja pada kucing. Perhebatkanlah sedekah kita pada kucing dengan membeli ikan yang khusus buatnya. Beli ikan,  rebus, gaulkan dengan nasi dan air rebusannya kemudian bagilah makan pada kucing-kucing tersebut. Rebutlah pahala sedekah yang Allah persiapkan untuk kita..ameenn. Beri sedekah yang terbaik..InsyaAllah.

Begitu juga dengan burung-burung yang sering hinggap di ampaian dan bermain-main di sekitar laman kita. Taburlah makanan untuk mereka makan sebagai sedekah kita. Hendaklah berlapang dada sekiranya burung-burung, tupai mahupun monyet sering dilihat datang memakan buah-buah rambutan di laman kita. Semua itu, kata ustaz termasuk sebagai sedekah.

“Setiap orang muslim yang menanam sebuah pohon, setiap buah yang dimakan orang dari pohon tersebut baginya pahala sedekah dan setiap buah yang dicuri orang dari pohon tersebut baginya pahala sedekah, dan tidak seorangpun yang mengurangi buah dari pohon tersebut melainkan baginya pahala sedekah” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain:
“Setiap orang muslim yang menanam pohon sekalipun ia tidak merawatnya, setiap manusia yang makan buah dari pohon tersebut, dan binatang melata dan burung, niscaya ia akan mendapatkan pahala sedekah hingga hari kiamat.“

Dalam riwayat lain:
“Setiap muslim yang menanam pohon sekalipun ia tidak merawatnya, setiap manusia yang makan buah dari pohon tersebut dan binatang melata dan makhluk apapun jua melainkan ia mendapat pahala sedekah.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Diselitkan hadis-hadis tentang menanam pohon ini khusus buat tatapan en suami yang rajin menanam pokok2 buah di kawasan surau. Alhamdulillah pokok mangga epal di kawasan surau lama dulu telah membuah kan hasil dan kini pokok2 rambutan di kawasan surau baru pula sudah semakin tinggi dan nampak begitu subur sekali alhamdulillah.  En suami sesekali pergi tabur baja organik untuk menambah subur dua pokok rambutan tersebut. InsyaAllah tak lama lagi tentunya akan mengeluarkan hasil serta dapat dinikmati oleh ahli kariah surau seluruhnya serta penduduk sekitar... Alhamdulillah.
...........................

....teringat semasa nak masuk kereta selepas singgah membeli topup telefon dua hari lepas, tiba-tiba terpandang suatu pemandangan yang sungguh menarik hati. Tak jauh dari tempat saya parking kereta, kelihatan sekawan burung tengah berkerumun ramai-ramai menikmati makanan. Subhanallah..Allahu Akbar..rupa2nya ada insan baik hati yang telah melonggokkan beras sebagai makanan burung-burung tersebut.. Subhanallah...rasa terharu...



Bacaan Selawat ke atas Nabi SAW

Bismillahirrahmanirrahim.


Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya menyampaikan shalawatnya kepada Nabi -yakni Nabi Muhammad-. Hai orang-orang yang beriman, ucapkanlah shalawat dan salam dengan sebenar-benarnya salam kepada Nabi itu." (al-Ahzab: 56) 

1394. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: "Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali shalawat, maka Allah akan memberikan kerahmatan padanya sepuluh kali dengan sebab sekali shalawat tadi." (Riwayat Muslim) 

1395. Dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Seutama-utama manusia bagiku pada hari kiamat ialah orang yang terbanyak bacaan shalawatnya padaku," yakni lebih diutamakan oleh beliau s.a.w. untuk dapat memperoleh syafaatnya dan dapat kedudukan yang terdekat dengannya. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

1396. Dari Aus bin Aus r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya diantara hari-harimu yang paling utama sekali ialah hari Jum'at, maka perbanyakkanlah membaca shalawat padaku pada hari itu, sebab sesungguhnya bacaan shalawatmu itu ditunjukkan kepadaku." Para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah shalawat kita semua itu dapat ditunjukkan kepada Tuan, sedangkan Tuan sudah hancur tubuhnya -telah wafat dan dikubur-?" Dalam sebagian riwayat disebutkan: dengan kata-kata: "Sedangkan Tuan telah rusak tubuhnya?" Nabi s.a.w. lalu bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan pada tanah untuk makan tubuhnya para Nabi." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih. 

1397. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Terkena debulah hidung seseorang -yakni amat hina sekali seseorang- yang di waktu nama saya disebutkan di sisinya, tetapi ia tidak suka membaca shalawat padaku." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. 

1398. Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah engkau semua membuat kuburku itu sebagai hari raya -yakni untuk tempat berkumpul-kumpul guna bersenang-senang-. Bacalah shalawat padaku karena sesungguhnya bacaan shalawatmu semua itu dapat sampai padaku, di mana saja engkau semua berada." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih. 

1399. Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tiada seorangpun yang memberi salam padaku, melainkan Allah mengembalikan ruhku, sehingga saya dapat rnenjawab salam orang itu." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih. 

1400. Dari Ali r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Orang kikir ialah orang yang apabila namaku disebut disisinya ia tidak suka membaca shalawat padaku." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih. 

1401. Dari Fadhalah bin 'Ubaid r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. pernah mendengar seorang yang berdoa dalam shalatnya, tetapi ia tidak mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala dan tidak pula membaca shalawat pada Nabi s.a.w., lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tergesa-gesa sekali orang ini," kemudian orang itu dipanggilnya. Nabi s.a.w. lalu bersabda pada orang itu atau pada orang lain juga: "Jikalau seorang diantara engkau semua hendak berdoa, maka hendaklah memulai dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhannya yang Maha Suci serta puji-pujian padaNya, selanjutnya membaca shalawat kepada Nabi s.a.w., seterusnya bolehlah ia berdoa dengan apa yang dikehendaki olehnya." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih. 

1402. Dari Abu Muhammad, yaitu Ka'ab bin 'Ujrah r.a., katanya: "Nabi s.a.w. keluar pada kita, lalu kita berkata: "Ya Rasulullah, kita semua telah mengerti bagaimana cara bersalam kepada Tuan, tetapi bagaimanakah cara kita kalau membaca shalawat kepada Tuan?" Beliau s.a.w. bersabda: "Ucapkanlah: "Alhhumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid." Artinya: Ya Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. Ya Allah, berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. (Muttafaq 'alaih) 

1403. Dari Abu Mas'ud al-Badri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. datang kepada kita dan kita semua sedang dalam majelisnya Sa'ad bin 'Ubadah, lalu Basyir bin Sa'ad berkata kepada beliau s.a.w.: "Allah menyuruh kita supaya kita membaca shalawat kepada Tuan, ya Rasulullah, maka bagaimanakah cara kita mengucapkan shalawat kepada Tuan itu?" Rasulullah s.a.w. lalu diam, sehingga kita semua mengharapkan, alangkah baiknya kalau tadi-tadi Basyir tidak bertanya kepada beliau tentang hal itu. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ucapkanlah: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad. Kama shallaita 'ala Ibrahim. Wabarik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad. Kamabarakta 'ala ali Ibrahim. Innaka hamidum majid -untuk artinya silahkan periksa dalam hadits no.1402 di atas-. Adapun tentang salam, maka sebagaimana yang engkau semua sudah diajari." (Riwayat Muslim) 

1404. Dari Abu Humaid as-Sa'idi r.a., katanya: "Para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah cara kita mengucapkan shalawat kepada Tuan?" Beliau s.a.w. bersabda: "Ucapkanlah: Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama shallaita 'ala Ibrahim. Wa barik 'ala Muhammad, wa 'ala azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama barakta 'ala Ibrahim. Innaka hamidum majid." -artinya:- Ya Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada Ibrahim. Dan berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannyam, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. (Muttafaq 'alaih)


~ Kitab Riyadhus Shalihin
(Taman Orang-orang Soleh)
Menghuraikan Hadis-hadis Pilihan
IMAM NAWAWI

Memahami Maksud Ayat Al-Mathurat

Bismillahirrahmanirrrahim.

Susulan dari posting Baca al-Mathurat Tiap Hari, seorang sahabat telah bertanya kepada saya semasa kami di ruang solat masjid..."Kak, maksud ayatnya takde?" Jadi, hari ini sambung letak maksud dari ayat-ayat al-Mathurat untuk kita sama-sama mentadabbur serta memahami isi bacaannya InsyaAllah.

Intro dari satu kitab al-mathurat ada menyebut... Manusia lahir di atas dunia ini dibekali dengan fitrah.  Di samping itu manusia juga membawa nafsu dan keinginan yang selalu mewarnai corak kehidupan. Namun, Allah Taala selalu membimbing manusia dengan wahyu dan akal yang ada pada dirinya sendiri, sehingga segala godaan dari syaitan dapat dihadapi dengan jiwa yang bertaqwa dan hati yang bersih.

Menyebut bab hati yang bersih, teringat akan pesanan ustaz dalam satu wacana ilmu yang begitu terkesan di hati... Ouhh..
Hati yang bersih itu, ustaz analogikan sebagai satu gelas yang bersih. Sebelum dituangkan minuman ke dalamnya, setiap gelas itu hendaklah dipastikan bersih terlebih dahulu.  Kalau gelas kotor, maka air yang di-isi ke dalam nya akan ikut menjadi tidak bersih untuk diminum. Begitulah ibaratnya hati kita.  Hati hendaklah dipastikan bersih terlebih dahulu, bersih dari segala macam kotoran yakni sifat mazmumah; sebelum di-isi kedalamnya dengan pelbagai ilmu.  Kalau hati tak bersih, tuanglah banyak mana ilmu sekalipun, ilmu tersebut pasti tidak akan mampu menyerap ke dalam diri dan seluruh kehidupan kita. Ilmu itu ternyata tidak dapat membantu diri seseorang itu bilamana ia tidak berupaya menyerap ke dalam semua tindak tanduknya.

Maka, mari bersihkan hati kita dengan zikir. Zikrullah mampu membersihkan hati. Dengan menjaga keberlangsungan zikir, InsyaAllah kita akan sentiasa di-ilhamkan Allah perkara-perkara yang benar baik dalam perkataan, perbuatan serta keyakinan diri. 

Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat rupa paras dan harta-harta kamu, Akan tetapi Allah Ta’ala melihat hati kamu dan amalan-amalan kamu. (HR Muslim)

Al-Mathurat merupakan zikir yang dibaca pagi dan petang di samping zikir-zikir yang lain. Dalam kita mengamalkan al-Mathurat setiap hari, cuba fahami maksud pengertian dari ayat-ayat yang kita baca. InsyaAllah moga2 niat dan usaha kita mendapat rahmat dan pertolongan dari Allah Taala, moga beroleh taufiq dan hidayah-Nya yang berterusan... aminn

Baca  
Al Ma'thurat
المَأثُورَاتُ
di SINI

Memahami Maksud dari ayat-ayat al-Mathurat:


Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk.
........................
  1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  4. Yang menguasai hari pembalasan.
  5. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
  6. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
  7. (Iaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(Surah Al-Fatihah 1 - 7)
.....................
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

Alif laam miim

Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya;
petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

(Iaitu ) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

(Al-Baqarah 1 - 5)
.......................
Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak megetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi Lagi Maha Besar.

(Al-Baqarah 255)
.........................
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Kerana itu barangsiapa yang engkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah memegang tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan(kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

(Al-Baqarah: 256 - 257)
.........................
Kepunyaan Allah lah segala yang ada di langit dan di bumi dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, nescaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendakiNya dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-maklaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya, dan mereka megatakan: "Kami tidak membeza-bezakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dab rasyk-rasulNya," dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaula tempat kembali."

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatillah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

(Al-Baqarah 284 -286)
............................
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa." Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala seuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

(Al-Ikhlas 1 - 4)
........................
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang menguasai subuh, dari kejahatan makhlukNya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada tali yang bersimpul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."

(Al-Falaq: 1 - 5)
............................
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. katakanlah: :Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia."

(An-Nass: 1 - 6)
....................................
Sesungguhnya kami terjaga (di pagi hari) dengan kesedaran bahawa) Kerajaan (bumi dan segala isinya) ini seluruhnya adalah milik Allah. Dan segala puji bagi Allah, tiada sekutu baginya tiada Tuhan selain Dia dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.
.....................................
Kami terjaga (dipagi hari) dalam fitrah Islam, dan kalimat ikhlas dan dalam agama nabi kami), Muhammad SAW, dan dalam millat (ajaran) bapa kami Ibrahim yang hanif (lurus) sedang dia bukan seorang musyrik.
.....................................
Allahumma, aku terjaga olehmu dalam nikmat, afiat (keselamatan dari mara bencana), dan terjaganya rahsia-rahsia (dosa-dosa)ku, maka sempurnakan nikmatMu, afiatMu dan penjagaanMu itu atasku, di dunia dan akhirat.
....................................
Allahumma, nikmat apa yang aku peroleh dan diperoleh seseorang di antara makhlukMu adalah dariMu, yang Esa dan tidak bersekutu, maka bagiMu segala puji dan syukur.
....................................
Hai Tuhan, bagiMu segala puji seagung kemuliaan wajahMu dan kebesaran kekuasaanMu.
....................................
Aku telah rela dengan Allah sebagai Tuhanku, dan dengan Islam sebagai agamaku, dan dengan Muhammad sebagai nabi dan rasulku.
....................................
Maha suci Allah dan segala puji bagiNya, sebanyak bilangan ciptaanNya dan keredhaanNya, dan seberat timbangan 'arasyNya dan sebanyak dakwat (yang terpakai untuk menuliskan) kalimatNya.
..........................
Dengan nama Allah, yang dengan namaNya akan terhalanglah, segala sesuatu di bumi dan di langit, untuk menimpakan bencana, dan Ia Maha Mendengar dan Mengetahui.
.........................
Allahumma, kami berlindung pada Allah dari menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun dari (menyekutukanMu) dengan sesuatu yang tidak kami ketahui.
.........................
Aku berlindung pada kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan.
.........................
Allahumma, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, dan aku berlndung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang.
.........................
Allahumma, sihatkanlah badanku, Allahumma, sihatkanlah pendengaranku, Allahumma, sihatkanlah penglihatanku.
.........................
Allahumma, sesungguhnya aku berlindung padaMu dari kekafiran dan kefakiran; Allahumma, aku berlindung kepadaMu dari azab kubur; tidak ada Tuhan selain Engkau.
..........................
Allahumma, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau; Engkau yang menciptakan dan aku abdiMu, dan aku berada dalam perjanjian denganMu, ikrar kepadaMu, (yang akan kulaksanakan dengan) segala kemampuanku; dan aku berlindung padaMu, dari kejahatan apa-apa yang telah aku lakukan; aku mengakui (dangan sebenar-benarnya) nikmatMu kepadaku; dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, kerana tidak ada yang boleh mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.
..........................
Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup dan selalu jaga; dan aku bertaubat padaMu.
..........................
Maha Suci Engkau, Allahumma, dan segala puji bagiMu; aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah, aku mohon ampun dan bertaubat padaMu.
.....................
Ya Allah restui dan berkatkanlah junjungan kami Muhammad sebagai hamba, nabi dan rasulMu yang ummi. Berkatkan keluarga dan sahabat baginda. Sejahterakanlah baginda selama-lamanya. Kami pohonkan sebanyak bilangan apa sahaja yang diketahui oleh Alllah atau sebanyak perkara yang ditulis oleh Qalam-Nya dan sebanyak yang dirangkum oleh kitab-Nya.

Terimalah dan relakanlah orang-orang terutama kami; Sayyidina Abu Bakar, Omar, Othman, ali dan para sahabat bagnda semuanya para tabi'in, dan orang-orang yang mengikut jejak langkah mereka sampai hari pembalasan. Terimalah kepulangan) mereka dengan sebaik-baiknya. Maha Suci Tuhan(Mu) yang memiliki kebesaran cuba menempelkan kepadanya. Salam sejahtera untuk para rasul utusan, Wal Hamdulillahi Rabbil'Alamin.


Alhamdulillah Segala Puji Bagi Allah.


Baca Al-Mathurat Tiap Hari


Al Ma'thurat
المَأثُورَاتُ
Al-Mathurat ialah wirid dan doa harian yang disusun oleh As Syahid Imam Hassan Al Banna berdasarkan dalil-dalil yang sahih; dan amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. 

Al Mathurat zikir pagi dan petang.

Boleh ikut baca sambil mendengar bacaan al-Mathurat: di SINI 


doa almathurat - 02-baqarah-1-5-aliflammim

doa almathurat - 03-baqarah-255-kursi1

doa almathurat - 04-baqarah-256-257

doa almathurat - 05-baqarah-284-285
doa almathurat - 06-baqarah-286

doa almathurat - 07-ikhlas

doa almathurat - 08-falaq

doa almathurat - 09-nas

doa al-mathurat - 10-doa01-pagi


doa al-mathurat - 11-doa02-pagi

doa al-mathurat - 12-doa03-pagi

doa al-mathurat - 13-doa04-pagi

doa al-mathurat - 14-doa05-zikir-puji

doa al-mathurat - 15-doa06-reda-islam

doa al-mathurat - 16-doa07-zikir-reda-seberat-arasy


doa al-mathurat - 18-doa09-elak-syirik

doa al-mathurat - 19-doa10-elak-jahat-makhluk

doa al-mathurat - 20-doa11-elak-sikap-buruk

doa al-mathurat - 21-doa12-sihat-badan

doa al-mathurat - 22-doa13-elak-fakir

doa al-mathurat - 23-doa14-elak-jahat-sendiri

doa al-mathurat - 24-doa15-istighfar-taubat

doa al-mathurat - 25-doa16-tasbih-taubat

doa al-mathurat - 26-doa17-salawat-kalam

doa al-mathurat - 27-doa18-doa-sahabat

Alhamdulillah.... Istiqamah kita membaca al-Mathurat pagi dan petang. 
Untuk bacaaan petang tukar:

 اَصْبَحْنَا  kepada   اَمْسَيْنَا  

 وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ  kepada  'wa ilai hil masir'

 اَصْبَحْنَا وَاَصْبَحَ    kepada  اَمْسَيْنَا وَاَمْسَى  

 اَصْبَحْتُ  kepada    'amsaitu'


Ayat disalin dari website m-mathurat.com, ribuan terimakasih. Alhamdulillah tercapai hasrat untuk dapat membaca al-mathurat yang ber 'font' besar terus dari blog melalui hand-fon. Lagi pula, memori telefon dah semakin kurang. Jadi untuk jimatkan space, dapat lah saya delete kan saja applikasi al-Mathurat yang telah di-upload ke dalam telefon sebelum ini... Alhamdulillah. 

**Doa Selepas Wirid Al-Mathurat ada di SINI 

**maksud ayat-ayat al-Mathurat ada di SINI 

**sentiasa diperingatkan oleh ustad di majlis ilmu untuk istiqamah baca Penghulu Istighfar (di SINI) pagi dan petang...

Dan kata ustad,  jangan kita lupa untuk baca sebelum tidur dua ayat terakhir surah al Baqarah.. (di SINI)


Wallahu'alam.

Kitab Istighfar - Mohon Pengampunan


Bismillahirrahmanirrahim.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan mohonlah pengampunan -kepada Allah- karena dosamu." (Muhammad: 19)

Allah Ta'ala berfirman pula: "Dan mohonlah pengampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang." (an-Nisa': 106) 

Allah Ta'ala juga berfirman: "Maka mahasucikanlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhanmu dan mohonlah pengampunan kepadaNya, sesungguhnya Tuhan itu adalah Maha Penerima taubat." (an-Nashr: 3) 

Allah Ta'ala berfirman pula: "Bagi orang-orang yang bertaqwa adalah beberapa syurga di sisi Tuhan mereka yang di bawahnya itu mengalirlah beberapa sungai," sampai pada firmanNya: "Dan orang-orang yang memohonkan pengampunan di waktu pagi." (Ali-Imran: 15) 

Allah Ta'ala berfirman lagi: "Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian memohonkan pengampunan kepada Allah, maka ia akan mendapatkan Allah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang." (an-Nisa': 110) 

Allah Ta'ala juga berfirman: "Tidaklah Allah itu akan menyiksa mereka, selagi engkau -Muhammad- masih ada di kalangan mereka. Allah juga tidak akan menyiksa mereka, selagi mereka itu masih suka memohonkan pengampunan." (al-Anfal: 13) 

Allah Ta'ala berfirman lagi: "Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan karena dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui." (Ali-Imran: 135) 

Ayat-ayat dalam bab ini banyak, lagi pula dapat dimaklumi. 

1866. Dari al-Aghar al-Muzani r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya saja, diterangi dengan cahaya dalam hatiku dan sesungguhnya saya itu beristighfar -yakni memohonkan pengampunan- kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari." (Riwayat Muslim) 

1867. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya saya ini beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam seharinya lebih dari tujuhpuluh kali." (Riwayat Bukhari) 

1868. Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, jikalau engkau semua tidak melakukan apa-apa yang berdosa sesungguhnya Allah Ta'ala melenyapkan engkau semua dan sesungguhnya akan mendatangkan lagi sesuatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka itu beristighfar kepada Allah, kemudian Allah memberikan pengampunan kepada mereka itu." (Riwayat Muslim) 

1869. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Kita semua pernah menghitung Rasulullah s.a.w. dalam sekali majelis mengucapkan istighfar sebanyak seratus kali, yaitu: Rabbighfir li wa tub 'alayya, innaka antat tawwabur rahim." Artinya: Ya Tuhan, ampunilah saya serta terimalah taubat saya, sesungguhnya Engkau adalah Maha Penerima taubat lagi Penyayang. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih. 

1870. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang tetap secara langsung beristighfar kepada Allah, maka Allah menjadikan untuknya suatu jalan keluar dari setiap kesempitan -atau kesukaran- yang ditemuinya, juga diberi kelapangan dari setiap kesusahan yang dirasakannya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak pernah dikira-kira olehnya." (Riwayat Abu Dawud) 

1871. Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan: Astaghfirullahal-ladzi lailaha illa huwal hayyal qayyuma wa atubu ilaih -artinya: Saya beristighfar kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepadaNya-, maka diampunkanlah semua dosanya sekalipun ia benar-benar pernah melarikan diri dari barisan yang sedang berperang." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud, Tirmidzi dan Hakim dan Hakim berkata bahwa ini adalah hadits menurut syarat Imam-imam Bukhari dan Muslim. 

1872. Dari Syaddad bin Aus r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Penghulu semua bacaan istighfar -rajanya istighfar- itu ialah apabila seorang hamba mengucapkan -yang artinya-: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Saya menetapi perjanjian dan ketentuan yang saya ikrarkan kepadaMu -yakni berupa kebaktian, keimanan dan keikhlasan-, sedapat yang saya lakukan. Saya mohon perlindungan kepadaMu daripada keburukannya apa yang saya lakukan. Saya mengakui akan kenikmatan yang Engkau limpahkan pada diriku dan saya mengakui pula akan dosaku. Maka dari itu, berilah pengampunan padaku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni semua dosa kecuali Engkau sendiri". Barangsiapa yang mengucapkan istighfar di atas itu pada waktu siang dengan penuh kepercayaan akan isi kandungannya, kemudian meninggal dunia pada harinya itu sebelum sore harinya, maka ia adalah termasuk golongan ahli syurga. Selanjutnya barangsiapa yang mengucapkannya di waktu malam dan ia mempunyai kepercayaan penuh akan isi kandungannya, lalu meninggal dunia sebelum pagi harinya, maka ia adalah termasuk golongan ahli syurga." (Riwayat Bukhari) Abu-u dengan ba' yang didhammahkan, kemudian waw dan hamzah mamdudah, artinya ialah mengikrarkan serta mengakui. 

1873. Dari Tsauban r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila selesai dari shalatnya lalu beristighfar kepada Allah tiga kali dan selanjutnya mengucapkan -yang artinya-: "Ya Allah, Engkau adalah Maha Menyelamatkan, daripadaMulah datangnya keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan." Kepada al-Auza'i yaitu salah seorang yang meriwayatkan hadits ini, ditanyakan: "Bagaimanakah ucapan istighfar itu?" Ia menjawab: "Yaitu mengucapkan astaghfirullah, astaghfirullah. (Riwayat Muslim) 

1874. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu memperbanyak ucapannya sebelum wafatnya, yaitu -yang artinya-: "Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya. Saya beristighfar kepada Allah serta bertaubat kepadaNya". (Muttafaq ‘alaih) 

1875. Dari Anas r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman -dalam hadits qudsi-: "Hai anak Adam -yakni manusia-, sesungguhnya engkau itu, selama masih suka berdoa dan berharap kepadaKu, pastilah Aku mengampuni engkau semua atas dosa apa saja yang ada pada dirimu dan Aku tidak memperdulikan banyaknya. Hai anak Adam, jikalau dosa-dosamu itu sampai mencapai mega di langit, kemudian engkau beristighfar kepadaKu pastilah Aku mengampuni engkau dan Aku tidak memperdulikan banyaknya. Hai anak Adam, sesungguhnya engkau itu, jikalau datang kepadaKu dengan membawa berbagai kesalahan hampir sepenuh isi bumi, kemudian engkau menemui Aku, asalkan engkau tidak menyekutukan sesuatu dengan Aku, sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dengan pengampunan hampir sepenuh isi bumi itu pula." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. 'Ananus sama' dengan fathahnya 'ain, ada yang mengatakan artinya itu ialah mega atau awan, juga ada yang mengatakan, artinya ialah apa-apa yang tampak padamu dari mega itu. Qurabul ardhi dengan dhammahnya qaf, ada yang meriwayatkan dengan kasrahnya qaf, tetapi dengan dhammah adalah lebih terkenal, artinya ialah apa-apa yang hampir memenuhi bumi.

1876. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Hai semua golongan kaum wanita, bersedekahlah engkau semua dan perbanyakkanlah beristighfar, sebab sesungguhnya saya melihat bahwa engkau semua itu adalah sebanyak-banyaknya ahli neraka." Kemudian ada seorang wanita dari yang hadir di waktu itu berkata: "Mengapa kita kaum wanita merupakan jumlah terbanyak dari para ahli neraka?" Beliau s.a.w. menjawab: "Engkau semua itu suka memperbanyakkan melaknat serta menutupi kebaikan suami. Saya tidak melihat orang-orang yang kurang akal dan agamanya di kalangan makhluk yang berakal yang lebih ghalib -yakni lebih banyak- daripada engkau semua itu." Wanita tadi berkata lagi: "Apakah kekurangan akal dan agama kita?" Beliau s.a.w. menjawab: "Persaksian dua orang perempuan adalah sama nilainya dengan persaksian seorang lelaki -inilah satu tanda kekurangan akalnya- dan pula wanita itu diam berhari-hari tanpa melakukan shalat -sebab terkena haidh, nifas dan sebagainya dan inilah tanda kekurangan agamanya-." (Riwayat Muslim)


~ Kitab Riyadhus Shalihin
(Taman Orang-orang Soleh)
Menghuraikan Hadis-hadis Pilihan
IMAM NAWAWI


Maqam Asbab dan Tajrid


2: Ahli asbab dan ahli tajrid:
Keinginan kamu untuk bertajrid padahal allah masih meletakkan kamu Dalam suasana asbab adalah syahwat yang samar, sebaliknya keinginan Kamu untuk berasbab padahal allah telah meletakkan kamu dalam Suasana tajrid berarti turun dari semangat dan tingkat yang tinggi.

Kitab AlHikam

Ibn 'Athoillah al-Iskandari
-------------------------

Bismillahirrahmanirrahim.

Kata ustaz...
Menyebut tentang sumber rezeki, kebanyakan dari kita, Allah letak sumber rezeki dalam maqam asbab.  Contoh: sumber rezeki dari bercucuk tanam, menangkap ikan, meniaga, makan gaji dsb. Maksudnya seseorang itu kena berusaha dan bekerja untuk mendapat rezeki.

Hanya sebahagian kecil dari kita Allah letak dalam maqam tajrid. Dia tak bekerja tapi alhamdulillah Allah bagi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka, dari jalan yang tak dikira contoh: tok tok guru yang pergi mengaji di Mekah.  Bertahun2 di Mekah, balik2 dia tak kerja pun, balik buka pondok pengajian tapi alhamdulillah ada saja rezeki dari Allah.

Berniaga, bercucuk tanam, makan gaji boleh menjadi ibadah asalkan sumber rezeki itu halal. Ustaz bagi contoh seorang pomen kereta yang bukak bengkel sebagai sumber rezeki. Ustaz kisahkan, pada suatu hari ustaz yang dalam perjalanan balik dari mengajar di satu tempat, tiba2 kereta buat hal. Panggil pomen yang terdekat dengan tempat kejadian.  Ustaz berharap sangat agar dapat sampai balik ke rumahnya malam itu juga sebab di pagi esoknya beliau ada kuliah subuh.  Berkat pertolongan pomen tersebut, alhamdulillah kereta dapat dipandu balik walaupun dalam kelajuan perlahan.  Kiranya pomen baiki sekadarnya saja malam itu sebab esoknya baru akan datang balik sambung baiki di tempat ustaz dengan membawa peralatan yang cukup.
Kata ustaz, jelas bahawa kerja pomen itu menjadi ibadah bilamana dia telah membantu menyampaikan ustaz  ke rumahnya sehingga menjadi terlaksananya perjalanan kuliah subuh ustaz keesokan harinya. Subhanallah. 

Maka, kita duduk lah di mana Allah letak kita. Jika Allah dah letakkan kita di maqam asbab, maka jangan kita pandai-pandai nak tukar sendiri apa yang dah ditentukan Allah buat kita. Contoh: dah elok2 kerja, nak berhenti kerja sebab rasa nak tumpu ibadah full-time.  Kata ustaz, jika kita pandai2 tukar sendiri, ingin tukar dari asbab kepada tajrid maka  ianya tidak lain hanyalah atas dorongan nafsu.  Seeorang yang bekerja pejabat contohnya yang bergaji bulanan rm2500 tiba-tiba telah berhenti kerja. Dalam fikirannya bila berhenti kerja, masanya akan terpenuhi dengan banyak amalan soleh dan dia akan ada banyak masa duduk di masjid. Namun, hakikat perbelanjaan rumahtangga tetap perlu ada, belanja dapur, belanja anak sekolah, bil itu ini tetap ada sedangkan gaji bulan tu dah tak dapat.  

Maka mulalah meminjam dengan kawan-kawan sana sini. Dari duit yang dipinjam ada baki sikit dapat beli van lama, lalu van tersebut dipakai untuk beli ikan dipasar borong.  Niat asal agar ada banyak masa untuk ibadah jadi sebaliknya bilamana pergi pasar borong pukul 1 atau 2 pagi. Balik dari pasar borong, tidur sekejap.  Tahajjud tertinggal, subuh pun terlepas sebab tidur tak ingat apa..dah penat sangat.  Bangun lambat, solat subuh pun lewat. Pergi ke pasar, jual ikan.  Balik tidur lagi, zohor entah ke mana sebab tidur tak ingat apa...dah penat sangat. Jadi semua ibadah terlepas, solat berjemaah dan majlis ilmu pun entah ke mana. Maka jika begitu jadinya tindakan ingin bertukar dari asbab kepada tajrik itu hanyalah lorongan nafsu semata-mata. Jelas ia tidak sesuai dengan kita, maka disebabkan itulah Allah letak kita di tempat kita sekarang. Allah lebih tahu apa yang baik untuk kita. Maka ulang ustaz, duduklah di mana Allah letak kita melainkan pertukaran kedudukan kita adalah dari Allah Taala.

Ustaz jelaskan, kita sebagai manusia, bermula iradat(tentukan sesuatu) itu melalui 3 perkara:

1)Tabiat
Tabiat manusia, makan nak sedap, tidur nak lena, pakai nak lawa... memang itu perangai kita. Sebab itu ada yang pakai pakaian bukan sebab nak tutup aurat, tapi sebab nak lawa.. (Moga bukan kita).

2) Ibadat
Terbahagi kepada tiga kategori:

i)Ibadat dilakukan bagi orang yang menunggu-nunggu anugerah Allah. Menanti-nanti anugerah dari Allah. Ibadahnya betul-betul kerana Allah... Lillahi Taala lalu dia mengharapkan anugerah Allah ke atas dirinya..

ii)Ibadat mengikut kehendak nafsu.  Kehendak nafsu nak heret kita ke arah kejahatan, melainkan yang selamat ialah orang yang dipelihara oleh Allah Taala.  Contoh: Seorang ustaz bagi kuliah sebab hendakkan mulia di mata manusia. atau datang mengajar sebab hendakkan imbuhan bayaran. Ataupun ada yang terima jawatan ahli agama sebab hendakkan pangkat dan harta.

Disebut ada 4 perkara yang menghalang kita dari melakukan ibadah iaitu: (1)dunia, (2) manusia , (3)syaitan dan (4)nafsu. Kata Imam Ghazali, tiga yang awal tidak lah seberat yang ke empat iaitu nafsu.  Nafsu adalah faktor dalaman dalam diri seseorang. Nasu kalau tak dimujahadah, tak ditentang, tak di-jinakkan, maka sampai ke tua lah kita tak dapat bangun buat solat tahajjud. Ada yang nafsu, ingin nak jadi wali. Kata ustaz, kita jangan tuntut karamah tapi tuntutlah istiqamah.  Hanya perlu konsisten buat ibadah.  Allah suruh kita berusaha bukan sekadar tahu berangan-angan. Sesiapa yang bermujahadah tentang nafsu, dapat bangun solat malam, InsyaAllah Allah tunjukkan jalan baginya. Kita ini tidur nak lama, sedangkan Allah nak kita bangkit tahajjud. Jangan pula sampai kita mati, sampai ke sudah tak dapat bangun solat tahajjud...nauzubillah..

Pesan ustaz, beringat-ingatlah tentang hakikat bekal kena banyak kerana perjalanan sangat jauh...  Hendak lah kita lawan nafsu, mujahadah lawan. Bila terjaga pukul 4.30 pagi, terus bangkit jangan banyak cerita.  Ambil wudhuk, terus sembahyang sekurang-kurangnya 2 rakaat.  Mujahadah sungguh-sungguh. Kalau berjaya buat sebulan, akan rasa ringan sikit.  Lepas dua bulan istiqamah buat, InsyaAllah dah seronok dah.  Lawan lah nafsu, lawan iblis. Misi kita adalah untuk ibadah.  Kematian bila-bila boleh berlaku. Maka buat banyak-banyak ibadah...

iii) Ibadah kepada Allah untuk dapatkan rahmat.   
Kita mengadapkan muka kepada Allah SWT. Buat ibadah fardhu, tambahi dengan yang sunat.  Cukupkan yang fardhu dan banyak-banyak buat ibadah sunat. Nak dekatkan diri dengan Allah kena buat ibadah sunat. Untuk dapatkan kasih Allah, buat ibadah fardhu saja tak cukup. 

Ustaz membacakan surah at-Takaathur ayat 1 dan 2

yang bermaksud;
[1] Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh), 
[2] Sehingga kamu masuk kubur.
.................................
Jangan berserah begitu saja bila persiapan tak cukup. Ambil masa yang masih ada ini dengan memperbanyakkan bekal akhirat bagi mengharapkan keredhaan Allah. Kalau dah rasa manis dalam ibadah,kita akan jadi orang yang merindui malam. Akan tertunggu-tunggu..."lambatnya nak malam..." Dan bila dengar azan Subuh pula, akan rasa..."Ohh kenapa cepat sangat..." Jelas, ada rasa lazat dalam bermunajat pada Allah di malam hari.

(3) Ikhlas.
Sucikan hati kita dalam mengerjakan ibadah. Tak tolak hukum Allah, tak angkuh, tak sombong, tak riak. Kita minta berlindung hanya pada Allah. Di sinilah pentingnya ilmu, di mana jika tiada ilmu, susahlah kita.  Kalau mengaji, boleh buat penilaian, yang mana benar yang mana salah. Kita buat ibadah untuk tuntut keredhaan Allah.  Maka sucikan hati dari syirik samada rububiyah atau uluhiyah. Begitu juga dengan syirik tersembunyi contoh merasa: "..dapat belajar hingga pandai ni sebab aku... aku...kudrat aku..." 

Ustaz minta renungkan satu contoh: Bila kita bangun pukul 4 pagi, kita ambil wudhuk dan kita pun solat tahajjud. Bayangkan, lihat dengan matahati bahawa "aku tak boleh angkat tangan untuk takbiratul ihram kalau Allah tak izin."  Kalau kita boleh nampak dengan matahati perkara ini, hati kita akan jadi begitu sebak sekali... Kita tak nampak ia berlaku dengan kudrat kita.. kita nampak semua berlaku dengan pertolongan Allah. Subhanallah. 

Berjaga-jagalah bila iradat kita bercanggah dengan iradat Allah, kerana itu syirik. Awas, nantikanlah balasannya jika: 
  • apa yang Allah suruh , kita tak buat; 
  • yang Allah kata halal, kita kata haram; 
  • yang Allah kata haram, kita kata halal.

Bila kita rapat dengan Allah, Allah akan jadikan kita dekat denganNya. Hanya orang yang dapat inayah atau pertolongan dari Allah akan nampak perkara ini. Sering2lah buat solat hajat, solat istikharah.. mohon petunjuk Allah. Jangan ditinggal solat Dhuha. Bekerjalah untuk sumber rezeki, asalkan ia tidak mengganggu ibadah kita. Allah dah letak, maka duduklah di situ. Lainlah kalau tempat kita bekerja membabitkan perkara haram, tak boleh pakai tudung, tak dibenar break untuk solat atau dilarang keluar untuk solat Jumaat, maka segeralah berhenti, cari tempat kerja lain. Pekerjaan kita kalau betul caranya, InsyaAllah ia jelas menjadi ibadah.  Amanahlah dalam pekerjaan, InsyaAllah rezeki yang diperolehi membawa berkat buat seisi keluarga.

Wallahu a'lam.


#majlisilmu
#kuliahmaghrib


Doa Ketika Marah

Bismillahirrahmanirrahim.

Salah-satu pintu yang boleh syaitan masuk ke dalam diri seseorang, ialah masuk ikut bab marah. 
Yang ini manusia tak sedar, manusia boleh tertipu. Dia akan rasa... memang patut pun aku marah.  Kata ustaz, kita ini biasa kalau menahan marah, sekali tu boleh lagi, tapi bila masuk dua kali, dah tak boleh tahan sabar dah.. Bila kita marah tu lah, jadi tak sedar, jawabnya syaitan masuk, dia akan perdaya kita untuk buat tindakan, contoh: tunjuk kemarahan dengan wajah, tunjuk dengan mata, dengan urat leher, tak cukup dengan itu balas dengan mulut, dengan caci, dengan suara, dengan kata-kata. Tak cukup dengan itu ada yang boleh sampai angkat kaki tangan sebab marah... Maka rasa marah itu boleh membawa kepada dendam sesama manusia.. Dikatakan apa yang keluar di lisan itu akan lebih lama melekat di dalam hati manusia. Maka awas.. kena jaga, cuba sedaya upaya untuk menahan rasa marah. 

Allah Taala menyifatkan menahan marah ini ialah sifat orang-orang yang mulia.
Maka mintak berlindung dengan Allah dari syaitan yang direjam.

Doa Ketika Marah

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجيـمِ
'A'uzhu billaahi minash-Shaytaanir-rajeem.
Aku berlindung dengan Allah daripada syaitan yang direjam.
(HR Bukhari/Muslim)


Doa Untuk Mengusir Syaitan

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجيـمِ
'A'uzhu billaahi minash-Shaytaanir-rajeem.
Aku berlindung dengan Allah daripada syaitan yang direjam.
(HR Abu Dawud/at-Tirmidzi)


Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Seorang yang kuat itu bukanlah orang yang dapat membalas(pukulan lawannya) tetapi seorang yang kuat itu ialah dia yang dapat mengawal diri dan perasaannya dengan baik ketika marah. 
(HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra bahawasanya ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi SAW: "Berikanlah wasiat padaku!" Nabi SAW menjawab: "Janganlah engkau marah." Orang itu mengulang-ulangi lagi permintaan wasiatnya sampai beberapa kali, tetapi beliau SAW  tetap menjawab: 
"Janganlah engkau marah."  
(Riwayat Muslim)


Wallahu a'lam.

Mendengar Perkara Yang Baik

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, en suami ada menghantar whatsapp memberitahu jumlah majlis ilmu yang kami suami-isteri telah berjaya hadir di bulan lepas. Alhamdulillah berhasil duduk dalam 22 majlis ilmu yang disampaikan oleh 22 orang ustaz kesemuanya dari jumlah keseluruhan 38 majlis ilmu (Kuliah Maghrib + Kuliah Subuh). En suami telah menandakan kehadiran kami di jadual sekadar catatan, dan dituliskan di sini juga, hanya sekadar untuk ingatan jua sebagai motivasi buat diri sendiri. Bila melihat tarikh yang tidak dapat hadir itu, ternyata kebanyakannya jatuh pada hari minggu. Ouh.. hari minggu... hari2 yang diri banyak disibukkan dengan urusan duniawi.. InsyaAllah akan di-improvekan lagi jadual harian agar dapat hadir di rumah Allah untuk solat berjemaah dan majlis ilmu...mohon pada Allah agar sentiasa memberi taufiq dan hidayah-Nya.. ameenn

Hadis Nabi SAW yang bermaksud:

Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa pergi ke masjid di waktu pagi dan petang Allah SWT akan menyiapkan hidangan sebagai tetamuNya di dalam syurga. Setiap kali dia datang pagi atau petang dia akan dilayaniNya sebagai tetamuNya. (HR Bukhari)

---------------------
...sedutan perkongsian ilmu.... 

Telinga merupakan salah-satu nikmat Allah yang terbesar.Telinga merupakan antara anggota yang boleh membawa  kepada kebaikan dan boleh membawa kita kepada keburukan.  Telinga dalam bahasa Arab dipanggil Uzunun, manakala mata ialah ainun.  Ia bukan maksud daun telinga atau cuping telinga. Yang dimaksud di sini ialah sifat pendengar yang ada pada telinga tersebut.

Yang bakal Allah tanyakan atau pertanggungjawabkan kepada kita ialah sifat mendengar yang ada pada telinga itu. Kata ustaz, Allah Taala tak tanya tentang cantikkah telinga kamu dulu atau kamu pakai anting-antingkah di telinga dulu dsb.   Bukan begitu, Allah tak tanya yang itu.
Kata ustaz, yang Allah Taala akan tanya ialah, kamu guna telinga kamu itu kepada perkara yang baik atau perkara yang tak baik??

Telinga yang Allah Taala jadikan buat kita ini ada beberapa faedah, sepertimana yang disebutkan dalam kitab yang dibacakan oleh ustaz iaitu.. "Ketahui olehmu bahawasanya telinga itu menjadikan dia oleh Allah Taala bagi engkau kerana beberapa faedah yang bangsa dunia dan beberapa faedah yang bangsa akhirat."  Faedah yang disebut ialah samada yang berbentuk duniawi atau ukhrowi. Boleh jadi juga faedah telinga duniawi yang kita guna akan bertukar menjadi faedah akhirat. 

Faedah duniawi ialah bersedap-sedap dengan apa yang didengar.  Boleh sampai pada peringkat asyik, itu yang ada sampai pakai earfon masa berjalan. Sebab apa? Sebab bersedap-sedap telinga mendengar. Kalau yang sedap kita dengar itu, ia boleh juga ditukar kepada faedah akhirat contoh: bila kita mendengar bacaan al-Quran. Kalau kita pakai ear-fon, bawak walk-man merata-rata, nampak pada zahirnya duniawi tapi kalau yang kita dengar itu orang mengaji quran, itu dah jadi ukhrowi.

Yang berbentuk duniawi, kita boleh bersedap-sedap mendengar, kita boleh tahu bila kita dengar kita akan kata.." Oh orang ini suara sedap.." sebab ada sifat pendengar pada telinga kita. Faedah diperolehi bila dengar, dapat memahamkan apa yang didengar.  Kita bukan faham suara, tapi dengar makna dari suara yang didengar. Sebab ada juga orang yang mendengar tapi tak dapat faedah contoh: Bila dengar orang duk mengajar dalam bahasa Arab, boleh jadi kita tak faham sebab ramai antara kita yang tak tahu bahasa Arab.

Faedah yang bangsa akhirat itu termasuklah bila mendengar ia akan al-Quran. Kita guna telinga ini untuk kita dengar ayat-ayat Allah.  Bila kita mendengar suara saja pun orang mengaji, dah beroleh pahala. Mendengar walaupun tak ada qari yang membaca depan kita, alhamdulillah dah beroleh pahalanya InsyaAllah. Mendengar orang membaca al-Quran antara sunnah Nabi SAW. Nabi SAW bukan sekadar baca sendiri tetapi juga suka mendengar bacaan-bacaan al-Quran oleh para sahabat ra.

Telinga juga akan beroleh faedah akhirat jika kita mendengar hadis Nabi SAW. Makanya kena hadir kalau ada majlis-majlis yang membacakan hadis Nabi SAW. Dengan sebab dengar al-Quran dah Hadis Nabi SAW, menangis-nangis sahabat ra sebab mereka faham isi kandungannya.

Juga kena dengar ilmu-ilmu yang memberi manafaat. Maka ilmu yang kita belajar kena tengok ilmu itu ada manafaat atau tidak untuk kita.  Menggunakan sifat pendengar untuk mendengar ilmu yang bermanafaat ini adalah memberi pahala untuk diri kita.  

Bagaimana kita nak mensyukuri sifat pendengar yang Allah kurniakan pada kita ini? Caranya hendaklah kita memelihara diri atau elak dari:

  • mendengar perkara/suara yang dilarang seperti mengumpat.  Kena elak dengar umpatan-umpatan, jangan kita pergi tadah telinga.  Orang yang mendengar perkataan yang sia-sia dan keji itu bersekutu/bersekongkol dengan orang yang bercakap, walaupun tidak menyampuk.  Topik-topik yang dibicarakan jika semuanya mengumpat maka kalau orang yang berkata tu contoh dapat 100 dosa kita yang mendengar pun ikut dapat 100 juga. Akan sama saja.
  • dengar perkara yang mengadu-domba atau melaga-lagakan orang, mengata-nista orang, caci-mencaci dan segala bicara yang kotor-kotor. 
Benda susah semua ni... tuan-tuan, kata ustaz. Bukan senang untuk nak elak lebih-lebih lagi kita sekarang duduk di zaman ini, zaman mutaakhir. Bila berkumpul ramai-ramai( tak kira secara berdepan atau online), makin seronoklah. Mesti adanya mengumpat bila duduk lama-lama. Orang ini tambah asam, orang itu tambah garam, tambah perencah-perencah lain maka jadi makin lazat kita mendengar.
Namun, eloklah untuk kita tinggalkan perkara ini. Kata ulamak, ini jalan untuk kita sampai pada Allah Taala. Maka tinggalkan lah ia. Kalau tak tinggal, hati kita akan lara, akan ada titik hitam dalam hati kita.  Kalau begitu, jangan elakkan diri dari meninggalkannya.  Ulamak kata, jangan kita rasa pelik jika kita berseorangan, tiada kawan-kawan malah duduk sorang-sorang.  Hakikatnya itu lebih baik kerana boleh jadi kita benar. Yang jadi dapat 'masuk kawan' tu sebab satu kepala, sebab itu lah boleh berkawan. Bila ada orang ajak mengumpat, kita tak menolak untuk ikut sama. Kalau kita pergi kata.."Eh jangan lah mengumpat, atau kita beristighfar astaghfirullah hal azim, maka dah tentu tak adalah orang yang nak berkawan dengan kita. Sebab tak geng, tak satu kepala.


  • elak dari dengar perkataan yang tak baik termasuklah perkara bidaah.

Kata ustaz, jangan menjamu telinga kita dengan perkara maksiat. Elak dengar orang yang mengajar perkara yang bukan disepakati oleh ahli sunnah wal jamaah.  Siapa ahli sunnah wal jamaah?
Hadis Nabi SAW ada menyebut:
Diriwayatkan oleh Imam Thabrani, ”Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka.” Bertanya para Sahabat: “Siapakah (yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah.”

“Bahwasannya Bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab:  , ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.

Kata ustaz, yang kita perlu ikut ialah ulamak-ulamak terdahulu yang tidak mengadakan bidaah-bidaah. Ulamak-ulamak yang banyak mengadakan bidaah dikatakan ulamak yang tak berpegang dengan ahli sunnah wal jamaah. Mereka ini  boleh mengelirukan orang awam dan ini merupakan jenayah yang besar, kata ustaz. Jangan kiranya kita mempergunakan pendengaran kita kepada perkara-perkara bidaah atau ajaran-ajaran yang menyimpang.  Jadi seboleh mungkin, kena elak. Itu tanda kita bersyukur dengan nikmat sifat pendengar... tiada mendengar akan telinga kita kepada perkara-perkara yang tidak baik...

Jika menggunakan telinga itu untuk mendengar apa-apa yang diharamkan Allah, maka kita sebenarnya telah mengkufuri nikmat pemberian telinga itu dan tidak mensyukuri Allah atas kurnia yang besar itu, kerana telah menggunakan telinga itu pada tempat yang salah.

Perkataan yang didengar itu ibarat seperti makanan, setengahnya memberi manfaat dan setengahnya memberi mudharat dan setengahnya penawar dan setengahnya racun. Adapun perkataan yang jatuh ke dalam hati, terkadang berkekalan ia di dalam hati seumur hidup. Maka jika ia perkataan yang jahat maka sentiasa ia memfitnahkan dan mendatangkan was-was bahkan terkadang menyebabkan ia akan kebinasaan yang besar.  Maka hendaklah bersungguh-sungguh orang yang berakal itu memelihara sifat pendengarnya dan segala anggotanya sebelum ianya ditanya  pada hari kiamat.

Firman Allah dalam surah al-Isra' ayat 36, 

yang bermaksud:
"Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya."

Wallahu a'lam.