Kisah Qarun

Bismillahirrahmanirahim.

Alhamdulillah, kali ini saya telah meminjam 14 biji buku dari perpustakaan awam yang terdekat. Bezanya, kali ini kesemua buku yang saya pinjam adalah buku cerita kanak2 yang terbaru di pasaran. Dek tertarik hati dengan ilustrusi lukisan yang cantik, font tulisan pun besar-besar , saya pun dengan excited-nya terus decide nak pinjam.

Spek mata kena tambah power agaknya, tu sebab bila pakai jadi sakit kepala. Jadi sementara spek tiptop, elok lah baca buku-buku bertulisan besar ni..hehehe

Saya dah habis baca satu buku, khabarnya en suami pun sama, baru habis baca satu buku..ehe he. Kisah pertama yang saya baca ialah perihal Qarun. Agak ringkas penceritaannya, namun jalan cerita amat menarik hati. Amat disyorkan untuk sama2 membaca buku-buku seumpama ini(tidak terhad untuk bacaan anak-anak sahaja) kerana banyak kisah-kisah yang diceritakan dalam al-quran boleh kita baca secara sepintas lalu dalam buku-buku ini. Walaupun ia agak ringkas tapi ia menghimpun seluruh jalan cerita. Ada banyak kisah-kisah yang kita tidak tahu atau belum tahu, maka alhamdulillah bila baca akan jadi tahu. Setelah itu boleh la terus merujuk ayat-ayat dalam surah yang menceritakan tentang kisah-kisah tersebut. Ayat dalam surah tertentu ada ditulis untuk memudahkan kita terus merujuk dalam Al-quran Terjemahan, Alhamdulillah.


Jom kita baca kisah Qarun yang saya jumpa agak panjang sikit ni. Moga kisah Qarun dapat sama-sama dijadikan sempadan dalam diri masing-masing.

Kisah Qarun dalam al-Qur’an dijelaskan dalam surat al-Qasas. Qarun, menurut Ibnu Ishak, adalah bapa saudara Nabi Musa as. Sementara menurut A’masy dan lainnya, dan pendapat ini pendapat masyhur, Qarun adalah sepupu Nabi Musa as. Ayah nabi Musa yang bernama Imran adalah abang dari ayah Qarun yang bernama Yashhar. Baik Nabi Musa maupun Qarun adalah keturunan Nabi Ya’kub, karena keduanya merupakan cucu dari Laway dan Laway adalah putra Nabi Ya’kub, saudara Nabi Yusuf as, hanya berlainan ibu.

Qarun merupakan keturunan Bani Israil. Hanya, semasa hidupnya banyak memeras dan hidup dari keringat Bani Israil. Karena itu, tidak heran apabila sebahagian besar Bani Israil sendiri membencinya.

Pada awalnya Qarun adalah seorang yang sangat shaleh, baik, pengikut Nabi Musa, hanya sangat miskin. Suatu hari ia datang menghadap Nabi Musa, agar ia didoakan menjadi orang kaya, supaya nanti dia akan jadi lebih rajin dalam ibadahnya, dan dapat pula membantu saudara-saudaranya Bani Israil. Nabi Musa lalu mendoakannya, dan dengan izin Allah, Qarun menjadi sangat kaya raya. Ia bukan hanya berjaya dalam beternak, akan tetapi juga diangkat menjadi salah seorang menteri pada saat itu.

Cita-citanya untuk menjadi orang kaya kini sudah tercapai. Namun, sayang, kekayaannya telah menjadikannya lupa dan durhaka. Niat awal agar lebih khusyuk dalam ibadah dan membantu sesama kaumnya, menjadi sebaliknya. Qorun yang tadinya miskin tapi baik dan shaleh, kini menjadi Qarun yang kaya raya akan tetapi sombong dan durhaka kepada Allah.

Qarun termasuk orang yang diberi kekayaan tapi dia seorang yang durhaka. Ia lupa bahawa yang telah membuatkannya kaya, hakikatnya adalah Allah.

Qarun kini sudah menjadi orang yang sangat kaya raya. Dek begitu kaya, kunci-kunci gudang kekayaannya tidak mampu dipikul oleh manusia, tapi terpaksa dibawa oleh 60 ekor unta (al-Qasas ayat 76).

Qarun pernah mempamerkan kekayaan; ia keluar dengan pakaian yang sangat mewah, di dampingi oleh 600 orang pelayan; 300 laki-laki dan 300 lagi pelayan perempuan. Bukan hanya itu, ia juga dikawal oleh 4000 pengawal dan diiringi oleh 4000 binatang ternak yang sehat, ditambah dengan 60 ekor unta yang membawa kunci-kunci kekayaannya.

Orang-orang yang melihat saat itu, ramai yang terkesima dan kagum. Bahkan, sebahagian mereka ada yang mengatakan: “Sungguh sangat ingin sekali seandainya dapat jadi seperti Qarun” (al-Qasas: 79).

Sayang sekali, dia sombong dan dia sangat durhaka. Allah marah, maka seluruh kekayaannya lenyap ditelan bumi. Bagaimana kisahnya?

Suatu hari Nabi Musa as diperintahkan oleh Allah untuk mengerjakan Zakat. Nabi Musa as lalu mengutus salah seorang pengikutnya untuk mengambil zakat dari Qarun. Qarun langsung marah, dan tidak mau memberikan sedikitpun dari kekayaannya. Karena, menurutnya kekayaannya itu adalah hasil kerja keras dan usaha sendiri, tidak ada kaitan dengan siapapun juga tidak ada kaitan dengan Allah maupun dewa. Qarun mengatakan:” “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku bukan dari Allah” (QS. al-Qasas: 78).

Tidak cukup dengan itu Qarun juga mengupah seorang wanita agar mengaku telah berbuat serong dengan Nabi Musa as. Ketika seluruh Bani Israil telah berkumpul, Qarun berkata: “Wahai Bani Israil, ketahuilah, Musa yang kalian anggap sebagai Nabi dan orang baik itu, sebenarnya tidak demikian. Bahkan, dia telah menghamili wanita ini”, sambil nunjuk kepada wanita dimaksud. “Hari ini, kita akan menyaksikan bersama pengakuan sendiri langsung dari wanita tadi”.

Nabi Musa as, merasa sedih. Beliau langsung solat dan berdoa kepada Allah, agar Allah menampakkan kebenaran sesungguhnya. Selesai Nabi Musa berdoa, wanita itu berkata: “Musa tidak berbuat apa-apa dengan saya, dia orang baik, saya diupah oleh Qarun untuk mengatakan bahwa saya dihamili oleh Musa”. Mendengar itu, Nabi Musa as, segera sujud sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Allah. Kisah ini menjadi sebab turun dari surat al-Ahzab ayat 69.

Tidak berhenti di sana, Qarun juga mencabar Nabi Musa as untuk berdoa bersama. Siapa doanya yang dikabulkan, dialah yang benar dan harus diikuti. Qarun lalu berdoa: “Wahai dewa penguasa jagat raya, matikan Musa saat ini juga”. Namun, Nabi Musa tidak meninggal, beliau tetap hidup dan berdiri tegak.

Kini giliran Nabi Musa as. pula berdoa pada Allah. Nabi Musa as lalu berkata: “Wahai bumi telanlah si Qarun dan seluruh kekayaannya saat ini juga!”.

Tidak lama kemudian, bumi bergoncang, dan seketika bumi terbelah, sehingga tubuh Qarun dan seluruh kekayaannya habis ditelan bumi. Allah berfirman: “Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)” (QS. al-Qasas: 81).

Tempat di mana Qarun dan seluruh kekayaannya dibenamkan oleh Allah ke dalam bumi ini, berada di sebuah tempat yang kini dikenal dengan sebutan Danau Qarun (Bahirah Qarun).Tidak ada satupun kekayaan Qarun yang tersisa. Danau Qarun ini mengingatkan, sekaligus menjadi saksi dan pelajaran bagi ummat sepanjang zaman, bahawa siapapun yang bongkak, sombong dan kikir, nasibnya akan menjadi seperti Qarun.. hancur, binasa.

Wallahu a'lam.
...........................

Rujukan terjemahan al-Quran 
Surah al-Qasas ayat 76 - 82

[76]Sesungguhnya Qarun adalah ia dari kaum Nabi Musa, kemudian ia berlaku sombong dan zalim terhadap mereka; dan Kami telah mengurniakannya dari berbagai jenis kekayaan yang anak-anak kuncinya menjadi beban yang sungguh berat untuk dipikul oleh sebilangan orang yang kuat sasa. (Ia berlaku sombong) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah engkau bermegah-megah (dengan kekayaanmu), sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang bermegah-megah. (seperti lagakmu itu).

[77]“Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia; dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian nikmatNya yang melimpah-limpah); dan janganlah engkau melakukan kerosakan di muka bumi; sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerosakan “.


[78]Qarun menjawab (dengan sombongnya): “Aku diberikan harta kekayaan ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku”. (Kalaulah Qarun bijak pandai) tidakkah ia mengetahui dan pandai memahami, bahawa Allah telah membinasakan sebelumnya, dari umat-umat yang telah lalu, orang-orang yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta kekayaan ? Dan (ingatlah) orang-orang yang berdosa (apabila mereka diseksa) tidak lagi ditanya tentang dosa-dosa mereka, (kerana Allah sedia mengetahuinya).

[79]Kemudian Qarun keluar kepada kaumnya dengan memakai perhiasannya. (Pada saat itu) berkatalah orang-orang yang semata-mata inginkan kesenangan kehidupan dunia: “Alangkah baiknya kalau kita ada kekayaan seperti yang didapati oleh Qarun! Sesungguhnya dia adalah seorang yang bernasib baik”.


[80]Dan berkata pula orang-orang yang diberi ilmu (di antara mereka): “Janganlah kamu berkata demikian, pahala dari Allah lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal soleh; dan tidak akan dapat menerima (pahala yang demikian) itu melainkan orang-orang yang sabar”.


[81]Lalu Kami timbuskan dia bersama-sama dengan rumahnya di dalam tanah, maka tidaklah ia mendapat sebarang golongan yang boleh menolongnya dari azab Allah” dan ia pula tidak dapat menolong dirinya sendiri.

[82]Dan orang-orang yang pada masa dahulu bercita-cita mendapat kekayaan seperti Qarun – mulai sedar sambil berkata: “Wah! Sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, dan Dia lah juga yang menyempitkannya kalau tidak kerana Allah memberi pertolongan kepada kita tentulah kita akan dibinasakan dengan tertimbus di dalam tanah (seperti Qarun). Aduhai! Sesungguhnya orang-orang yang kufurkan nikmat Allah itu tidak akan berjaya!”

......................................


1 comment:

nafisahnanas said...

perkongsian yg sgt bermanfaat

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...